

Memasuki musim penghujan pasti akan ada bencana banjir yang menghantui sebagian besar kota di Indonesia. Oleh sebab itulah membuat saluran drainase sering menjadi solusi sebagai upaya menanggulangi terjadinya genangan air yang menyebabkan banjir di perkotaan. Tapi tahukah Anda bahwa sebenarnya drainase merupakan komponen perencanaan pembangunan sebuah kota? Untuk itu, agar kalian mengenal lebih lengkap tentang saluran drainase simak penjelasan lengkap dalam artikel berikut ini.
Pengertian drainase atau pengatusan adalah saluran yang digunakan sebagai pembuangan massa air yang dilakukan secara alami maupun buatan baik dari permukaan (parit) atau sub-permukaan (gorong-gorong). Pembuangan tersebut dapat dilakukan dengan menguras, membuang hingga mengalihkan air.
Sistem drainase tak jauh beda dengan sistem irigasi. Penggunaannya dalam tata ruang berguna untuk mengatur jumlah air agar tidak berlebih. Sistem ini juga berguna di konstruksi maupun pertanian serta digunakan untuk menghindari banjir dan kerusak lainnya.
Secara umum, pengertian drainase adalah serangkaian bangunan air yang digunakan untuk mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu lahan. Selain itu saluran drainase juga bisa diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah.
Tidak hanya itu, karena drainase merupakan salah satu item pembangunan sebuah kota, maka drainase kota telah diatur pada SK menteri PU No. 233 tahun 1987. Menurut SK tersebut, yang dimaksud drainase kota adalah jaringan pembuangan air yang berfungsi mengeringkan bagian-bagian wilayah administrasi kota dan daerah urban dari genangan air, baik dari hujan lokal maupun luapan sungai yang melintas dalam kota.
Tahukah kalian bahwa drainase sudah ada sejak zaman dahulu? Ternyata sistem drainase sudah diterapkan pada peradaban kuno di sekitar Sungai Indus atau disebut dengan Peradaban Lembah Indus. Mereka memiliki sistem pembuangan air limbah yang canggih. Sistem pengairan di wilayah Sungai Indus juga berhasil walaupun belum begitu sempurna. Peradaban lembah indus berpusat di kota Harappa dan Mohenjo-daro.
Peradaban ini berlangsung dari tahun 3300 – 1300 SM. Berada di wilayah barat laut Asia Selatan, Lembah Indus merupakan salah satu dari tiga peradaban awal yang paling luas. Dimana situsnya tersebar dari timur laut Afghanistan hingga India barat.
Kedua tempat utama yang paling terkenal bernama Harappa dan Mohenjo-daro. Semua rumah di kota-kota besar Harappa dan Mohenjo-daro sudah memiliki akses ke fasilitas air dan drainase. Air limbah diarahkan ke saluran pembuangan gravitasi tertutup, yang berjajar di jalan-jalan utama.
Setelah Anda mengetahui tentang pengertian drainase, sejarah saluran drainase, berikut beberapa sistem drainase yang perlu kalian ketahui,
Setiap negara memiliki aturan sendiri dalam pengaturan sistem drainase di setiap bangunan. Berikut sistem drainase untuk industri :
Tujuan drainase pada dunia pertanian adalah meningkatkan produksi hasil pertanian dengan cara air dikeringkan di tanah. Cara ini juga melibatkan kombinasi pengontrol, erosi, air hujan dan sebagainya. Ada dua jenis drainase utama yang digunakan pada sistem pertanian yakni :
Tidak hanya memiliki perbedaan dalam hal sistem tata ruang dan sistem pada pertanian, drainase juga memiliki beberapa jenis. Berikut beberapa jenis-jenis drainase
Ternyata sangat beragam buka jenis-jenis drainase tersebut, lalu sebenarnya apa saja fungsi saluran drainase? Fungsi saluran drainase antara lain,
Itu dia penjelasan lengkap mengenai saluran drainase yang perlu kalian ketahui. Sampai hari ini, sistem drainase masih menjadi salah satu cara untuk menanggulangi terjadinya banjir di kota-kota besar. Tapi perlu Anda ingat, menjaga kebersihan juga menjadi solusi untuk menanggulangi banjir. Salah satunya dengan mendaur ulang sampah dapur menjadi pupuk kompos untuk tanaman. Jadi, semakin kreatif kita memanfaatkan barang bekas, maka banyak kesempatan untuk membuat sistem saluran air bisa bekerja maksimal tanpa terkendala adanya sampah yang menyumbat aliran air.