Alternatif jika Anda tidak memiliki cukup lahan adalah menggunakan tanaman hias gantung sebagai pilihannya. Ada beragam jenis tanaman gantung yang bisa Anda pilih untuk memberikan suasana asri sekaligus mempercantik rumah maupun kantor. Tidak hanya itu, berguna memperindah ruangan, tanaman juga bermanfaat untuk menyerap racun dalam ruangan sekaligus menghasilkan udara bersih. Untuk itu, ketika kalian ingin menghadirkan tanaman gantung di jendela, teras maupun dinding berikut tips merawat tanaman hias gantung agar tidak mudah layu yang di bisa Anda coba.
Jenis Tanaman Hias Gantung
Sebelum Anda belajar bagaimana cara merawat tanaman hias gantung, kenali beberapa jenis tanaman gantung yang cocok diletakan di rumah maupun kantor. Berikut jenis tanaman hias gantung yang bisa Anda jadikan alternatif pilihan untuk memperindah rumah maupun kantor.
- Sirih Marble
Jenis tanaman gantung yang bisa Anda jadikan hiasan adalah Sirih Marble. Sirih Marble memiliki karakteristik serat daun pada bagian permukaannya bermotif marble. Tanaman ini dapat menjadi pilihan yang menggemaskan untuk mempercantik rumah Anda. Kalian dapat meletakkannya di teras rumah maupun di dalam ruangan.
- Peperomia Prostata
Jenis tanaman hias gantung Peperomia Prostrata merupakan tanaman yang berasal dari Brazil. Meskipun berasal dari Brazil, namun tanaman ini berkembang di Hongkong dan Belanda. Tanaman Peperomia Prostrata cocok dijadikan sebagai tanaman gantung di teras rumah karena bisa hidup tanpa terkena sinar matahari langsung.
- Philodendron Epipremnum Aureum
Tanaman Philodendron Epipremnum Aureum disebut juga dengan istilah sirih gading kuning gantung atau sirih-sirihan. Tanaman ini menjadi favorit semua orang sebagai tanaman hias gantung karena pertumbuhannya yang menjuntai ke bawah sehingga cocok dijadikan hiasan dinding maupun teras rumah dan kantor.
- Sirih Belanda Varigata
Sirih Belanda Varigata memiliki nama ilmiah Philodendron scandens medio pictum. Atau disebut juga dengan Flame Leaved Heart Plant dalam bahasa Inggris. Sekilas tanaman ini mirip dengan sirih gading kuning namun yang membedakan terletak pada warna dan garis daunnya.
- Tali Hati
Selain peperomia, tanaman Tali Hati juga memiliki nama ilmiah ceropegia woodii dengan karakteristik bentuknya yang manis. Selain bentuknya yang manis, cara merawatnya juga relatif mudah. Anda tidak perlu meletakkan tanaman ini pada daerah yang terkena matahari karena Tali Hati tahan naungan.
- Spider Plant
Meskipun familiar dengan nama spider plant, tanaman ini memiliki nama latin Chlorophytum comosum. Tanaman ini berasal dari Afrika Selatan, namun dapat tumbuh subur di manapun. Memiliki karakteristik daun yang panjang berwarna hijau dengan pinggiran berwarna kuning atau putih, serta ditumbuhi bunga kecil berwarna putih. Ujung daun Spider Plant meruncing dengan panjang sekitar 20 – 40 cm. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di pencahayaan yang tidak langsung, dengan artian jika ia mendapat sinar matahari langsung pada tengah hari, daun daunnya bisa terbakar dan kering.
- Carnosa Compacta
Bentuk tanaman ini sangat unik sehingga banyak yang memilihnya menjadi tanaman hias gantung. Dengan bentuknya menarik, Carnosa Compacta dijual dengan kisaran harga Rp100.000 sampai Rp150.000.
- Hoya Carnosa Compacta
Tanaman ini satu rumpun dengan tanaman carnosa compacta. Yang membedakan adalah jenis daunnya yang melebar. Daun Hoya Carnosa Compacta memiliki corak putih yang menjadi tanaman gantung andalan pecinta bunga.
Tips Merawat Tanaman Gantung
Tanaman gantung memiliki beragam jenisnya. Namun Anda tidak perlu khawatir, untuk merawat tanaman hias gantung juga cukup mudah. Oleh sebab itu, ikuti tips merawat tanaman gantung berikut ini agar tetap tumbuh sehat.
- Ketahui Jenis Tanaman
Sebenarnya tanaman apapun dapat tumbuh dalam pot gantung. Misalnya tanaman anggrek, kaktus dan pakis. Namun tanaman yang lebih sering digunakan sebagai tanaman gantung adalah jenis tanaman yang merambat seperti Petunia dan Geranium karena daunnya yang menjuntai akan mempercantik tampilan tanaman tersebut.
- Sesuaikan Sinar Matahari
Tidak semua jenis tanaman dapat terkena sinar matahari secara langsung. Contohnya saja tanaman yang dapat terkena sinar langsung adalah kaktus. Perhatikan jika tanaman kering dan layu, maka segera pindahkan tanaman tersebut pada tempat yang lebih teduh dan tidak terkena sinar matahari secara langsung
- Pemilihan Pot
Tips merawat tanaman gantung yang tidak boleh terlupakan adalah memilih pot yang sesuai. Usahakan pilihlah pot yang terbuat dari plastik karena lebih ringan dan praktis. Selain pot plastik, Anda juga bisa menggunakan pot yang terbuat dari tanah liat. Pot ini juga akan menjaga kelembapan tanah dengan baik, namun kekurangannya adalah mudah pecah dan berlumut jika lembab.
- Pemilihan Tali
Tips merawat tanaman gantung yang tidak boleh terlupakan adalah pemilihan tali. Tali untuk menggantung pot haruslah kuat dan mampu menahan beban tanaman serta pot itu sendiri. Tali gantung sendiri banyak dijual di toko tanaman. Perlu Anda ketahui, hindari menggunakan kawat untuk menggantung tanaman. Selain tampilannya kurang menarik, kawat juga kurang kuat untuk menahan beban dari tanaman.
- Penyiraman
Tanaman gantung sering dianggap tidak praktis karena akan meneteskan air setelah disiram. Untung mengatasinya maka tambahkan piring penadah air di bagian bawah pot. Selain menambahkan piring, siram tanaman gantung dengan semprotan sehingga tidak meneteskan air berlebihan.
- Pemupukan
Tips merawat tanaman gantung yang tidak boleh terlupakan adalah pemupukan. Agar tanaman tumbuh dengan subur, Anda bisa memberikan pupuk pada tanaman gantung setidaknya dua bulan sekali. Perawatan lain adalah memangkas daun yang mengering atau layu agar tidak menghambat pertumbuhannya.
.
Itu cara merawat tanaman hias gantung yang perlu Anda perhatikan. Pilihlah jenis tanaman yang mudah perawatannya serta usahakan memilih tali pengait yang kuat agar tidak jatuh tiba-tiba dan membahayakan orang lain. Selain itu, usahakan untuk melakukan penyiraman secara berkala agar tanaman gantung tersebut tidak kering dan layu.